![]() |
| Oseng Capcay Mpok Lela |
Kuliner adalah bisnis yang tidak mengenal musim. Dalam kondisi apapun,
bisnis satu ini selalu memiliki angka penjualan yang stabil atau bahkan
tinggi. Tak heran jika banyak yang mulai melirik untuk membuka bisnis
kuliner ini.
Mpok Lela sering berpesan pada kami, "Gung, kalau mau bisnis itu, carilah bisnis yang setiap orang dan setap hari mereka membutuhkannya alias tidak lain dan tidak bukan adalah kuliner baik makanan atau minuman.
Alhamdulillah, Warung Mpok Lela telah berpengalaman dari tahun ke tahun dalam hal kuliner ini terutama nasi bungkus / ponggol / nasi box untuk wilayah Kota Tegal dan sekitarnya.
Maa syaa Allah, begitu besar perjuangan Mpok Lela dalam membangun bisnis kuliner ini. Mulai dari bangun pagi, lanjut belanja segala keperluan ke pasar dari mulai pukul 06.00 dan masak-memasak dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00, maklum karena lauk-pauk yang kami masak mencapai lebih dari 20 macam. Dilanjut lagi dengan berjualan dari sore hingga malam hari.
Alhamdulillah, segala keadaan kami berusaha untuk selalu bersyukur. Karena kami begitu paham bahwa resiko orang berjualan adalah kadang untung dan kadang rugi. Begitu pun dengan Warung Mpok Lela yang kami bangun. Untung atau rugi tetap kami syukuri.
Cara memulai bisnis kuliner yang baik :
1. BELAJAR PADA AHLINYA
Untuk memulai sebuah usaha, apapun itu, anda perlu
mencari referensi atau istilah kerennya “berguru” ke orang-orang yang
terjun lebih dulu di bidang usaha tersebut. Selain lebih tahu apa saja
yang harus lakukan untuk menjalankan usaha anda, jiwa bisnis akan
termovitasi berkali-kali lipat dengan cerita-cerita naik turunnya usaha
dari senior anda.
2. IDENTIFIKASI PRODUK
Cara memulai usaha kuliner yang kedua ini sangat
penting untuk anda lakukan sebelum anda benar-benar terjun memulai
bisnis kuliner. Pertama, kenali dengan pasti jenis makanan apa saja sih
yang diminati oleh kebanyakan orang. Hal ini akan memberikan anda
pandangan/prospek ke depan tentang bisnis anda, apakah bisa berlangsung
lama atau musiman saja. Selain itu, jangan mudah tergoda dengan
trend-trend kuliner yang sedang booming dan laku keras, namun tidak
menjanjikan prospek bisnis jangka panjang. Untuk tetap teguh dengan
produk utama anda, sediakan kuliner yang sedang in sebagai pelengkap
saja.
Pastikan anda sudah yakin dengan kelayakan masakan.
Untuk mengetahuinya, anda bisa membagikan tester-tester kepada rekan,
keluarga dan saudara anda lalu minta mereka memberikan pendapat tentang
masakan anda. Anggap pendapat tersebut sebagai masukan untuk berkreasi
lebih baik lagi. Terlebih jika banyak pujian yang anda dapatkan dari
masakan anda, jaga resep rahasia anda agar tidak ada yang bisa
‘menjiplaknya’.
Hal ini sangat penting karena ketika anda memulai
sebuah usaha kuliner, resep rahasia adalah salah kunci utama
berlangsungnya bisnis anda. Jika anda mempunyai sebuah produk andalan,
pastikan untuk memisahkan resep produk andalan dan resep produk biasa
anda. Setelah pasar anda terbentuk, mulai buat inovasi pada
kreasi-kreasi anda dibarengi dengan peningkatan kemampuan memasak anda.
Dengan kualitas masakan yang baik dan kemasan yang menarik, lalu
dibumbui dengan pelayanan yang ramah, hampir bisa dipastikan usaha
bisnis anda ini akan laris manis.
![]() |
| Ayam-Telur-Tahu Bumbu Rendang Mpok Lela |
4. BENTUK TIM YANG HANDAL
Cara memulai bisnis kuliner selanjutnya adalah
membentuk tim anda. Bisnis kuliner memang cenderung sulit apabila
dilakukan seorang diri. Nah, untuk menunjang kepuasan pelanggan dan
hasil makanan yang maksimal, anda bisa mengajak keluarga atau tetangga
sekitar anda. Dengan cara ini, anda sudah turut serta untuk mengurangi
jumlah pengangguran lho. Menarik bukan?
5. PEMASARAN
Strategi pemasaran mempunyai peranan yang penting di
dalam kelangsungan hidup suatu usaha. Distribusi adalah salah satu aspek
penting yang terkandung di dalamnya. Bagi anda yang memiliki modal yang
cukup besar, anda dapat membuka cabang atau outlet sekaligus.
Sebaliknya apabila dana terbatas, fokusnya semua strategi pemasaran
tersebut di satu outlet saja. SELAMAT MENCOBA... ^_^


Tidak ada komentar:
Posting Komentar